Showing posts with label artikel psikologi. Show all posts
Showing posts with label artikel psikologi. Show all posts

Alat Tes Psikologi IST

Alat tes psikologi IST ini merupakan tes mengukur intelegensi. Tes IST sangat jamak digunakan oleh biro-biro psikologi saat ini. 

Tes IST merupakan salah satu tes yang digunakan untuk mengukur inteligensi individu. Tes ini dikembangkan oleh Rudolf Amthauer di Frankfurt, Jerman pada tahun 1953. Amthauer mendefinisikan inteligensi sebagai keseluruhan struktur dari kemampuan jiwa-rohani manusia yang akan tampak jelas dalam hasil tes. Intelegensi hanya akan dapat dikenali (dilihat) melalui manifestasinya misalnya pada hasil atau prestasi suatu tes.


Fungsi dan Tujuan IST
Tes ini dipandang sebagai gestalt (menyeluruh), yang terdiri dari bagian- bagian yang saling berhubungan secara makna (struktur). Dimana struktur intelegensi tertentu meggambarkan pola kerja tertentu, sehingga akan cocok untuk profesi atau pekerjaan tertentu. Berdasarkan hal tersebut IST umum digunakan untuk memahami diri dan pengembangan pribadi, merencanakan pendidikan dan karier serta membantu pengambilan keputusan dalam hidup individu.
Sembilan subtes dalam IST, yaitu:
  1. SE: melengkapi kalimat. Pada subtes ini yang diukur adalah pembentukan keputusan, common sense (memanfaatkan pengalaman masa lalu), penekanan pada praktis-konkrit, pemaknaan realitas, dan berpikir secara berdikari/ mandiri. 
  2. WA: melengkapi kalimat. Pada subtes ini akan diukur kemampuan bahasa, perasaan empati, berpikir induktif menggunakan bahasa, dan memahami pengertian bahasa. 
  3. AN: persamaan kata. Pada subtes ini yang diukur adalah kemampuan fleeksibilitas dalam berpikir, daya mengkombinasikan, mendeteksi dan memindahkan hubungan- hubungan, serta kejelasan dan kekonsekuenan dalam berpikir. 
  4. GE: sifat yang dimiliki bersama. Pada subtes ini hal yang akan diukur adalah kemampuan abstraksi verbal, kemampuan untuk menyatakan pengertian akan sesuatu dalam bentuk bahasa, membentuk suatu pengertian atau mencari inti persoalan, serta berpikir logis dalam bentuk bahasa. 
  5. RA: berhitung. Dalam subtes ini aspek yang dilihat adalah kemampuan berpikir praktis dalam berhitung, berpikir induktif, reasoning, dan kemampuan mengambil kesimpulan. 
  6. ZR: deret angka. Dalam subtes ini akan dilihat bagaimana cara berpikir teoritis dengan hitungan, berpikir induktif dengan angka-angka, serta kelincahan dalam berpikir. 
  7. FA: memilih bentuk. Pada subtes ini akan mengukur kemampuan dalam membayangkan, kemampuan mengkonstruksi (sintesa dan analisa), berpikir konkrit menyeluruh, serta memasukkan bagian pada suatu keseluruhan. 
  8. WU: latihan balok. Pada subtes ini hal yang akan diukur adalah daya bayang ruang, kemampuan tiga dimensi, analitis, serta kemampuan konstruktif teknis. 
  9. ME: latihan simbol. Subtes ini mengukur daya ingat, konsentrasi yang menetap, dan daya tahan.



Skoring dan Interpretasi Tes IST
Skoring
Tahap skoring yang digunakan untuk setiap subtes adalah dengan memeriksa setiap jawaban dengan menggunakan kunci jawaban yang telah disediakan. Untuk semua subtes  (SE, WA, AN, RA, ZR, FA, WU, & ME), kecuali subtes 04-GE, setiap jawaban benar diberi nilai 1 dan untuk jawaban salah diberi nilai 0. Khusus untuk subtes 04-GE, tersedia nilai 2, 1, dan 0; karena subtes ini berbentuk isian singkat maka nilai yang  akan diberikan tergantung dengan jawaban yang diberikan oleh subjek.
Total nilai benar yang sesuai dengan kunci jawaban merupakan Raw Score (RW); nilai ini belum dapat diinterpretasi sesuai dengan norma yang digunakan. Nilai RW yang sudah dibandingkan dengan norma disebut dengan Standardized Score (SW). Nilai SW inilah yang dapat menjadi materi untuk tahap selanjutnya, yaitu interpretasi. Adapun norma yang digunakan adalah sesuai dengan kelompok umur subjek.
Interpretasi
Setelah didapatkan Standardized Score, maka tahap interpretasi dapat dilakukan. Kesembilan subtes saling berkaitan, sehingga harus dilakukan semuanya dan interpretasinya harus dilakukan secara keseluruhan (Amthauer dalam Diktat Kuliah IST UNPAD, 2009).
Interpretasi yang dapat dilakukan dari tes IST adalah sebagai berikut: 
  1. Taraf kecerdasan. Taraf kecerdasan didapat dari total SW. Nilai ini dapat diterjemahkan menjadi Intelligent Quotient (IQ). Nilai ini dapat menggambarkan perkembangan individu melalui pendidikan dan pekerjaan. Nilai ini perlu dihubungkan dengan latar belakang sosial serta dibandingkan dengan kelompok seusianya. 
  2. Dimensi Festigung-Flexibilität. Dimensi Festigung-Flexibilität menggambarkan corak berpikir yang dimiliki oleh subjek. Dimensi Festigung-Flexibilität merupakan dua kutub yang ekstrim, Keduanya menggambarkan corak berpikir yang ekstrim pula. Kutub Festigung memiliki arti corak berpikir yang eksak, sedangkan kutub Flexibilität memiliki arti corak berpikir yang non-eksak. Corak berpikir ini merupakan hasil perkembangan (pengalaman) individu yang akan semakin mantap ke salah satu kutub seiring bertambahnya usia. Cara menentukan seseorang subjek apakah memiliki kecenderungan Festigung atau Flexibilitat adalah dengan membandingkan nilai GE+RA dengan nilai AN+ZR. Jika nila GE+RA lebih besar maka subjek memiliki kecenderungan Festigung, sebaliknya jika nilai AN+ZR lebih besar maka subjek memiliki kecenderungan Flexibilitat. 
  3. Profil M-W. Profil M-W menggambarkan cara berpikir, apakah verbal-teoritis atau praktis-konkrit. Untuk mendapatkan profil dalam bentuk huruf M atau W ini dapat dilihat dari 4 subtes pertama (SE, WA, AN, GE) yang tampak pada grafik. Jika grafik menunjukkan bentuk huruf M pada 4 subtes pertama maka profilnya adalah M (verbal-teoritis), jika yang tampak adalah bentuk huruf W maka profilnya adalah W (praktis-konkrit).

Macam Macam Tes Psikologi


Membahas tentang psikologi, kita akan disibukkan dengan macam macam tes psikologi yang dikembangkan ilmuan psikologi terkemuka. Hari ini kami akan posting tentang macam macam tes psikologi berikut fungsinya. Semoga sajian kami ini memberikan referensi bagi anda, bahwa tes psikologi itu banyak macamnya.

NO
NAMA ALAT
FUNGSI
INTELEGENSI
1
WAIS
Tes Intelegensi usia 16 tahun ke atas, individual
2
BINET
Tes Intelegensi anak usia 2-12 tahun, individual
3
WPPSI
Tes Intelegensi anak usia 4-6 tahun, individual
4
WISC
Tes Intelegensi anak usia 5-15 tahun, individual
5
IST
Tes Intelegensi, klasikal
6
CPM
Tes Intelegensi, klasikal, non verbal, anak-anak, dewasa lemah mental, lansia
7
SPM
Tes Intelegensi, remaja sampai dewasa
8
CFIT 3A
15 tahun ke atas, orang dewasa normal. Mengukur faktor kemampuan mental (‘g’ factor)
9
CFIT 3B
15 tahun ke atas, orang dewasa normal
10
CFIT 2A
8-14 tahun, orang dewasa retarded (terbelakang)
11
CFIT 2B
8-14 tahun, orang dewasa retarded (terbelakang)
12
APM
Tes Intelegensi, mahasiswa dan sarjana, anak-anak gifted (berbakat)
13
WB

14
TINTUM A
Tes Intelegensi, Klasikal
15
TINTUM B

16
TIKI DASAR
SD kelas 6 sampai kelas 3
17
TIKI TINGGI
Lulus SMA, Mahasiswa dan Sarjana

KEPRIBADIAN

18
EPPS
Tes yang mengungkap kebutuhan-kebutuhan
19
PAPI KOSTIG
Tes mengungkap : watak, kepemimpinan, gaya kerja, arah kerja, aktifitas, pergaulan, ketaatan
20
16PF
Usia 16 tahun ke atas. Untuk kelompok pekerja, karyawan, orang dewasa normal, dan orang berpendidikan formal
21
EYSENCK
Mengukur kejujuran
22
MSDT
Mengungkap gaya manajemen
23
WWQ
Mengukur kecenderungan gangguan mental
24
MMPI
Mengukur kecenderungan gangguan mental

MBTI
Mengukur kecenderungan sifat manusia
25
DISC
Mengungkap gaya kerja seseorang

BAKAT MINAT

26
RMIB PRIA
Tes Minat
27
RMIB WANITA
28
RMIB PERUSAHAAN
29
TKV
Untuk mengidentifikasi potensi kreatif seseorang
30
TKF
Untuk menilai kelancaran, fleksibilitas, originalitas dan elaborasi (aspek kreatifitas)
31
TKD
Tes Kemampuan Dasar
32
TES E
Mengukur kemampuan dalam   bidang mekanik
33
PTP
Mengungkap kemampuan seseorang dalam bidang teknik
34
EKPRESI
Mengungkap kemampuan bahasa
35
PEMAHAMAN
Kemampuan membaca dan memahami untuk melihat alasan yang logis serta mengambil keputusan dengan menangkap makna dari situasi yang praktis
36
TABLE
Kemampuan membaca tabel
37
BERHITUNG
Mengukur bakat berhitung
38
MEKANIK
Daya penalaran dibidang kerja mekanik dan prinsip fisika
39
MERAKIT OBYEK
Mengukur kemampuan untuk   mengenal, mengetahui dan membayangkan bentuk suatu obyek yang disusun dari bagian tertentu yang dipisah
40
ADKUDAG
Tes kemampuan dibidang akuntansi dan perdagangan
41
KOMPONEN
Mengukur kemampuan mengidentifikasi komponen-komponen yang penting
42
MEMPERSAMAKAN PERKAKAS
Mengukur kemampuan atau kecermatan dalam pengamatan
43
LOGIKA VERBAL
Mengukur pemahaman verbal
44
DASAR PENGERTIAN MEKANIK/C3
Mengukur faktor pandang ruang dan mengukur penalaran numeric
45
RUANG BIDANG
Mengukur kemampuan berpikir secara visual dari bentuk geometris memahami gambar dari dua dimensi untuk menjadi tiga dimensi
46
TES E”NEW”
Mengukur kemampuan dibidang mekanik
47
TES POLA/B3
Mengungkap kemampuan mengenal barang konkrit melalui proses penglihatan khususnya mengenal barang secara tiga dimensi
48
TES KECENDERUNGAN MINAT / KUDER NEW
Mengetahui minat individu terhadap bidang pekerjaan atau bidang studi
49
TES PENALARAN
Mengukur kemampuan penalaran
50
TES CEPAT TELITI
Mengukur respon subyek terhadap tugas-tugas yang menyangkut kecepatan persepsi, kecepatan respon terhadap kombinasi huruf dan angka, ingatan yang sifatnya tidak lama
51
KRAEPLIN 15’
Mengukur kecepatan, ketelitian, keajegan dan daya tahan stress
52
KRAEPLIN 30’
53
PAULI



54
RORCHACH
Tes proyektif, individual. Diperuntukkan bagi remaja sampai dengan orang dewasa yang mengungkap kebutuhan. Pengguna membutuhkan kemampuan komunikasi
55
TAT
Tes proyektif, individual. Diperuntukkan bagi remaja sampai dengan orang dewasa yang mengungkap kebutuhan. Pengguna membutuhkan kemampuan komunikasi
56
CAT
Mengungkap kebutuhan anak   usia 7 tahun ke atas (human) dan anak-anak (balita)
57
HAND TES


LAIN-LAIN

58
PER-R ALAT
Mengukur profile perkembangan anak-anak usia 0-7 tahun
59
PER-R LJ

60
SNIJDERS-OOMEN NON VERBAL INTELLEGENSE SCALE

61
DAFTAR PERTANYAAN UNTUK MENGENALI 4 FAKTOR KEPRIBADIAN CALON KARYAWAN BY JOHN DRAKE

62
ORIENTASI DIRI DALAM KERJA KELOMPOK

63
PERTANYAAN PRIBADI (KLINIS DAN KONSELING)

64
ADHAD RATING SCALE
Mengukur gejala hiperaktivitas dan keselitan konsentrasi pada anak-anak
65
BOURDON TEST
Mengukur kecepatan kerja untuk tugas rutin dan monoton, melihat ketelitian kerja, melihat daya tahan dalam bekerja dan proses belajar elementer, indikasi gangguan senso-motoris, gangguan emosi pada kasus klinis
66
CARS (CHILDOOD AUTISM RATING SCALE) DAN LJ
Mengukur terstruktur untuk calon tenaga kerja
67
BERPIKIR KREATIF DENGAN GAMBARAN BY TORRANCE LJ
Tes mengukur kreatifitas
68
TORRANCE TEST OF CREATIVE THINKING MANUAL BOOL

69
SCHEDULE OF RECENT EXPERIENCE

70
ORIENTASI DIRI DALAM KERJA KELOMPOK

71
DAFTAR PERTANYAAN UNTUK MENILAI CALON TENAGA KERJA

72
SKALA TINGKAH LAKU ADAPTIF VINELAND (VABS FORM)

73
MPFB ALAT

74
MPFB LJ

75
TES MINAT GAMBAR GHEIST (PEREMPUAN)
Jawaban yang diberikan akan menceritakan tentang pekerjaan dan hobi yang paling disukai
76
BDI FORM
Mengukur remaja depresi ke atas
77
SDS MANUAL BOOK
Mengetahui minat terhadap pekerjaan
78
SDS ASSESSMENT BOOKLET
79
OMNI-BARKELEY-FORM

80
NST MANUAL
Mengukur kesiapan sekolah (anak usia 6 tahun ke atas)
81
NST LJ
82
NST FORM A

83
MANUAL NEO PR

84
NEO PR ITEM BOOKLET

85
NEO PR LJ